sayang, kemarilah...
bawa tatapmu yang penuh tanya itu
yang bagaikan meteorit melintas serampangan dibenak kita
dicelah-celah asteroid menggumpalkan ragu
sayang,
kita sudah sepakat mendefinisikan ini bukan sekedar gejolak jiwa dua jenis anak manusia
bukan pula angkara yang semata mencari pelampiasan
bukan itu, bukan keduanya...
sayang,
ini demi rencana besar kita
untuk generasi kita kelak
sekarang kita beredar menjejaki titik-titik orbitasi gemintang sang pemantul terang
meski mungkin kan terasa begitu terjal
mungkin pula perihnya teramat menyakitkan
sayang,
eratkanlah genggaman kita
se-erat nebula memeluk andromeda
eratkan saat kita kan melewati waktu menembus ruang
pada rentang yaum yang akan dibayar
hingga bisa sampai ke ufuk semesta
tempat kita meningkahkan semua lagu
sayang,
sekarang singkirkan bimbang dibinar matamu
lalu, marilah kita mulai berlaku
Bandung, 15 Juli 2010 22:06
Sebuah Prasasti untuk Rencana Besar
Taman Pelipur Lara
disinilah firdaus kan dibangun, sebagai mahligai kita... tempat dimana benih-benih bunga harapan disemai, dalam gerak dan langkah merawat dan menyirami dengan harapan semoga kelak merindangkan panen yang memuaskan harapan kemanusiaan...
Kamis, 15 Juli 2010
Rabu, 16 Juni 2010
SEPENGGAL RAYUAN YANG KAU LARANG KU TULIS DI WALL FACEBOOK MU
senyuman mu menyimpulkan sebersit asa yang terpancar dibinar mata mu
meski waktu ku tak cukup banyak mempertemukan kita diperbatasan rindu
sayang...
yakinlah kisah ini kan mempertautkan kita dilingkaran gelora
Bandung, 15 Mei 2010
Prasasti Tentang Rayuan Untuk Hazar Widiya Sarah
meski waktu ku tak cukup banyak mempertemukan kita diperbatasan rindu
sayang...
yakinlah kisah ini kan mempertautkan kita dilingkaran gelora
Bandung, 15 Mei 2010
Prasasti Tentang Rayuan Untuk Hazar Widiya Sarah
04:17 PAGI, FAJAR INI HARUS JADI MILIK KITA
I
PADA PERTEMUAN ITU...
Mana tanganmu yang saat itu terulur tuk menggenggam ku yang sedang terlelap?
Mana senyum manismu yang saat itu tersungging untuk ku yang sedang menerawang kelam?
Mana semua itu yang membuat rinduku menginginkan mu selalu?
Yang menyadarkanku bila engkaulah bidadari yang selama ini kucari
II
SAYANG, BERTERIMA KASIH-LAH...
Sayang...
Berterima kasih-lah pada langit yang kelabu
Karenanya lah aku terlindung dari kedipan genit gemintang
Sayang...
Berterima kasih-lah pada angin yang berhembus semilir
Padanya yang menghantarkan bisikku padamu
Menghantarkan getaran yang tercipta diselasar hati
Sayang...
Berterima kasih-lah pada gerimis dan mentari
Pada mereka yang membentuk pelangi
Hingga ku dapat melingkarkannya dijari manismu
III
TENTANG SEBAIT PUISI YANG BERISI RAYUAN UNTUK MU
Bacalah puisiku...
Yang tertulis dilembar cintaku
Yang mendayu-dayu agar kau terayu
Biar dapat slalu kulihat senyum manismu yang melelehkan hati ini
Bacalah...
Bacalah puisiku...
Yang bercerita tentang hati yang tercuri
Yang bercerita tentang aku yang terpenjara cintamu diseumur hidupku
Bacalah puisiku yang bercerita...
Bacalah...
Puisiku adalah untaian kata haru
Puisiku adalah gempita asmara yang hebat
Puisiku adalah...
Bacalah...
Puisiku untuk mu
Puisiku untuk sang gadis yang telah bersedia menjadi detak dalam nadiku
Puisiku untuk sang maharani penawan imaji
Puisiku untuk mu, bacalah...
IV
DI UFUK INILAH PERTAUTAN KITA TERSIMPUL
Bidadariku...
Lekatkanlah dirimu dalam dekapanku
Lekatkan saat kita memandang cakrawala kurun yang kita cita-kan
Lekatkan pada sudut dimana kita, kau dan aku, mestinya bersama
Bidiadariku...
Ingatlah selalu saat kau berucap janji:
Kau kan mengukir namaku disetiap jengkal dinding hatimu,
Disetiap jejak langkahmu...
Dalam arti hadirku, kau yakinkan aku bila kau tak akan pernah beranjak pergi...
Bidadariku...
Pastikan pantulan rembulan ini menjadi milik kita
Menjadi pelita dari gelora didada
Menjadi penerang perjalanan kita melewati gulita
V
KITA DALAM PERJALANAN
Lelapkanlah sejenak lelahmu diperaduan
Biar sesaat setelahnya kita bisa lanjutkan perjalanan ini
Melayari samudera seribu gelombang
Kita tunjukan pada bebatuan karang jika teguh itu bukan hanya diam...
VI
SAAT ITU...
Membayangkanmu berada dalam pelukanku adalah saat yang paling indah dikala kita jauh,
Memahat raut cantik mu hingga terpatri dijiwa
Dirimu bidadari yang melingkarkan sayap asa dalam pelukan cita ku
Dalam kasih sayang tulus yang menjadi kebanggaan hidup untukku darimu
Disini ku kan melukismu, dalam kanvas peri kehidupan kita
Menjadikanmu mahakarya terindah kebanggaanku dan generasi kita kelak
Sayang...
Ku menantikan saat tiara madrasat al ula disematkan padamu
VII
AKTIVITAS PAGI
Sesaat setelah ku rasakan hangatnya mentari pagi,
Aku semakin yakin jika tak ada yang sehangat sapamu
Tak ada yang sehangat genggamanmu pada hatiku sehingga tak bisa terlepas lagi...
Terima kasih sayang, kau hidangkan sarapan pagi ini:
Secangkir teh hangat dan dua bungkus biskuit menemaniku menikmati wajah cantikmu...
Sayang, lihatlah anak-anak kita...
Ingatkan mereka tuk segera bersiap menyambut pagi...
Sebuah Prasasti Untuk Hazar Widya Sarah - Bandung, 07 Mei 2010, 04:17
PADA PERTEMUAN ITU...
Mana tanganmu yang saat itu terulur tuk menggenggam ku yang sedang terlelap?
Mana senyum manismu yang saat itu tersungging untuk ku yang sedang menerawang kelam?
Mana semua itu yang membuat rinduku menginginkan mu selalu?
Yang menyadarkanku bila engkaulah bidadari yang selama ini kucari
II
SAYANG, BERTERIMA KASIH-LAH...
Sayang...
Berterima kasih-lah pada langit yang kelabu
Karenanya lah aku terlindung dari kedipan genit gemintang
Sayang...
Berterima kasih-lah pada angin yang berhembus semilir
Padanya yang menghantarkan bisikku padamu
Menghantarkan getaran yang tercipta diselasar hati
Sayang...
Berterima kasih-lah pada gerimis dan mentari
Pada mereka yang membentuk pelangi
Hingga ku dapat melingkarkannya dijari manismu
III
TENTANG SEBAIT PUISI YANG BERISI RAYUAN UNTUK MU
Bacalah puisiku...
Yang tertulis dilembar cintaku
Yang mendayu-dayu agar kau terayu
Biar dapat slalu kulihat senyum manismu yang melelehkan hati ini
Bacalah...
Bacalah puisiku...
Yang bercerita tentang hati yang tercuri
Yang bercerita tentang aku yang terpenjara cintamu diseumur hidupku
Bacalah puisiku yang bercerita...
Bacalah...
Puisiku adalah untaian kata haru
Puisiku adalah gempita asmara yang hebat
Puisiku adalah...
Bacalah...
Puisiku untuk mu
Puisiku untuk sang gadis yang telah bersedia menjadi detak dalam nadiku
Puisiku untuk sang maharani penawan imaji
Puisiku untuk mu, bacalah...
IV
DI UFUK INILAH PERTAUTAN KITA TERSIMPUL
Bidadariku...
Lekatkanlah dirimu dalam dekapanku
Lekatkan saat kita memandang cakrawala kurun yang kita cita-kan
Lekatkan pada sudut dimana kita, kau dan aku, mestinya bersama
Bidiadariku...
Ingatlah selalu saat kau berucap janji:
Kau kan mengukir namaku disetiap jengkal dinding hatimu,
Disetiap jejak langkahmu...
Dalam arti hadirku, kau yakinkan aku bila kau tak akan pernah beranjak pergi...
Bidadariku...
Pastikan pantulan rembulan ini menjadi milik kita
Menjadi pelita dari gelora didada
Menjadi penerang perjalanan kita melewati gulita
V
KITA DALAM PERJALANAN
Lelapkanlah sejenak lelahmu diperaduan
Biar sesaat setelahnya kita bisa lanjutkan perjalanan ini
Melayari samudera seribu gelombang
Kita tunjukan pada bebatuan karang jika teguh itu bukan hanya diam...
VI
SAAT ITU...
Membayangkanmu berada dalam pelukanku adalah saat yang paling indah dikala kita jauh,
Memahat raut cantik mu hingga terpatri dijiwa
Dirimu bidadari yang melingkarkan sayap asa dalam pelukan cita ku
Dalam kasih sayang tulus yang menjadi kebanggaan hidup untukku darimu
Disini ku kan melukismu, dalam kanvas peri kehidupan kita
Menjadikanmu mahakarya terindah kebanggaanku dan generasi kita kelak
Sayang...
Ku menantikan saat tiara madrasat al ula disematkan padamu
VII
AKTIVITAS PAGI
Sesaat setelah ku rasakan hangatnya mentari pagi,
Aku semakin yakin jika tak ada yang sehangat sapamu
Tak ada yang sehangat genggamanmu pada hatiku sehingga tak bisa terlepas lagi...
Terima kasih sayang, kau hidangkan sarapan pagi ini:
Secangkir teh hangat dan dua bungkus biskuit menemaniku menikmati wajah cantikmu...
Sayang, lihatlah anak-anak kita...
Ingatkan mereka tuk segera bersiap menyambut pagi...
Sebuah Prasasti Untuk Hazar Widya Sarah - Bandung, 07 Mei 2010, 04:17
BEBERAPA HAL TENTANG KITA: AKU DAN KAMU
Pada dendang rembulan asa kita terikat
Pada pendar badarnya yang benderang
Pada pantulan serupa binar matamu yang membuat hatiku berdebar
Tentang kasmaran yang dihabiskan dimalam-malam yang mentasbihkan kerinduan
Tentang semburat kabut cinta yang mengembunkan kasih sayang
Adalah kita, aku dan kamu…
Bertaut dalam pelukan untuk sang fajar
Untuk senyum mentari yang menghangatkan
Genteng, 31 Maret 2010 06:09
Sebuah Prasasti untuk Hazar Widiya Sarah
Pada pendar badarnya yang benderang
Pada pantulan serupa binar matamu yang membuat hatiku berdebar
Tentang kasmaran yang dihabiskan dimalam-malam yang mentasbihkan kerinduan
Tentang semburat kabut cinta yang mengembunkan kasih sayang
Adalah kita, aku dan kamu…
Bertaut dalam pelukan untuk sang fajar
Untuk senyum mentari yang menghangatkan
Genteng, 31 Maret 2010 06:09
Sebuah Prasasti untuk Hazar Widiya Sarah
PAGI INI HATIKU BERBISIK PADAMU
Hai cantik…
Lihatlah lelaki disampingmu ini
Dia sedang gundah tentang hatinya bertanya
Bersediakah dirimu menjadi ummi madrasat al ula
Dan taman pelipur lara baginya???
Hai cantik…
Lihatlah lelaki disampingmu ini
Beri senyuman dan katakan “ya” untuknya
Karena dia begitu berharap padamu
Genteng, 25 Maret 2010 05:51
Sebuah Prasasti untuk Hazar Widiya Sarah
Lihatlah lelaki disampingmu ini
Dia sedang gundah tentang hatinya bertanya
Bersediakah dirimu menjadi ummi madrasat al ula
Dan taman pelipur lara baginya???
Hai cantik…
Lihatlah lelaki disampingmu ini
Beri senyuman dan katakan “ya” untuknya
Karena dia begitu berharap padamu
Genteng, 25 Maret 2010 05:51
Sebuah Prasasti untuk Hazar Widiya Sarah
ILUSI YANG TAK BERJEJAK
februari ini hadir tanpa cita rasa
seperti kekasih dengan senyumannya yang tersamar
sepertinya aku, kau dan mereka membeku dalam perenungan
hingga hasrat akan mawar merah jambu pun lunglai layu
diterpa semilir pembawa awan hujan yang siap menumpahkan segala kepedihan
dan tahukah kau?
selalu ada kasih sayang disini, dihati ini
disaat kertas-kertas bertuliskan definisi cinta yang seperti bayangan
bayangan yang berkacak pinggang dibelakang mu itu,
bayangan penghisap yang haus darah
mereka berkata,
mungkin itu benar...
kemungkinan ini sejenis roh-roh halus yang bergentayangan
dan rasa ini kandas oleh tepukan dada yang membuat ku muak
itukah mau mu dibalik tangis yang syahdu?
laksana meteorit menghujani lembah dijiwa hingga menggelepar
lalu?
karena aku kan ke utara membelah horison senja
ucapkan saja salam pada ilalang
selagi hujan memberinya semangat perlawanan
desing dan desau membahanakan frase-frase tentang ironi yang patriotik
jika saja dunia ini dirajut oleh sulaman rasa
pada perandaian semua jalinan belaka dari anyaman emosi yang menggebu
katakan,
katakanlah...
Disuatu tempat, 22 Februari 2010
Prasasti untuk sebuah perjalanan
seperti kekasih dengan senyumannya yang tersamar
sepertinya aku, kau dan mereka membeku dalam perenungan
hingga hasrat akan mawar merah jambu pun lunglai layu
diterpa semilir pembawa awan hujan yang siap menumpahkan segala kepedihan
dan tahukah kau?
selalu ada kasih sayang disini, dihati ini
disaat kertas-kertas bertuliskan definisi cinta yang seperti bayangan
bayangan yang berkacak pinggang dibelakang mu itu,
bayangan penghisap yang haus darah
mereka berkata,
mungkin itu benar...
kemungkinan ini sejenis roh-roh halus yang bergentayangan
dan rasa ini kandas oleh tepukan dada yang membuat ku muak
itukah mau mu dibalik tangis yang syahdu?
laksana meteorit menghujani lembah dijiwa hingga menggelepar
lalu?
karena aku kan ke utara membelah horison senja
ucapkan saja salam pada ilalang
selagi hujan memberinya semangat perlawanan
desing dan desau membahanakan frase-frase tentang ironi yang patriotik
jika saja dunia ini dirajut oleh sulaman rasa
pada perandaian semua jalinan belaka dari anyaman emosi yang menggebu
katakan,
katakanlah...
Disuatu tempat, 22 Februari 2010
Prasasti untuk sebuah perjalanan
KAMU DIBAWAH HUJAN CAHAYA REMBULAN
sayang,
sore ini hujan membasahi bogor dengan rinainya
membasahi mawar dalam pot dan menggugurkan kelopaknya
sayang,
sore ini hujan membawa lamunanku padamu
pada gemercik rindu
sayang,
sore ini ditelevisi ku lihat savana berilalang liar
adakah itu tempat pertemuan yang kan dijanjikan?
ataukah kita kan bersua dipantai?
dibebatuan karang?
ataukah ku kan menjumpaimu sedang bermandi cahaya rembulan?
entahlah...
sayang,
yang pasti kini aku mengingatmu
sore ini disaat hujan
Merdeka-Bogor, 11 Oktober 2009
Prasasti untuk sang dewi
sore ini hujan membasahi bogor dengan rinainya
membasahi mawar dalam pot dan menggugurkan kelopaknya
sayang,
sore ini hujan membawa lamunanku padamu
pada gemercik rindu
sayang,
sore ini ditelevisi ku lihat savana berilalang liar
adakah itu tempat pertemuan yang kan dijanjikan?
ataukah kita kan bersua dipantai?
dibebatuan karang?
ataukah ku kan menjumpaimu sedang bermandi cahaya rembulan?
entahlah...
sayang,
yang pasti kini aku mengingatmu
sore ini disaat hujan
Merdeka-Bogor, 11 Oktober 2009
Prasasti untuk sang dewi
Langganan:
Postingan (Atom)